Home / Articles & Guides / Valorant: 5 Tips Main Jett Supaya Gak Cuma Jadi Beban Tim
Valorant: 5 Tips Main Jett Supaya Gak Cuma Jadi Beban Tim
guide • Unpublished
Guide Valorant: 5 Tips Main Jett Supaya Gak Jadi Beban Tim
Jett adalah salah satu Agent Duelist paling populer di Valorant berkat mobilitasnya yang tinggi dan potensi untuk membuat play agresif. Namun, tanpa pemahaman yang baik, pemain Jett sering kali jadi beban tim karena mati sia-sia atau gagal memberikan impact. Berikut adalah lima tips praktis untuk memainkan Jett secara efektif agar kamu bisa berkontribusi maksimal untuk tim, berdasarkan mekanisme permainan hingga patch terbaru (Agustus 2025).
1. Kuasai Mobilitas dengan Tailwind dan Updraft
Jett unggul karena kemampuan Tailwind (dash) dan Updraft (lompat tinggi) yang membuatnya sulit diprediksi. Namun, mobilitas ini harus digunakan dengan cerdas, bukan asal rush.
Tips Praktis:
Gunakan Tailwind untuk masuk ke site dengan cepat atau keluar dari situasi berbahaya, tapi pastikan tim siap follow-up. Dash tanpa koordinasi sering berujung mati sia-sia.
Kombinasikan Updraft dengan Tailwind untuk mengakses spot tak terduga, seperti atap atau platform tinggi (contoh: Breeze A Pyramids atau Ascent A Heaven).
Latih timing dash di Practice Mode untuk menghindari delay saat swap ke senjata setelah menggunakan skill. Delay ini bisa fatal di duel.
Contoh Play: Saat attacking di Haven C, gunakan Updraft untuk naik ke Long C, lalu Tailwind ke site setelah Controller tim (seperti Omen) memberikan smoke.
2. Maksimalkan Cloudburst untuk Kontrol Area
Cloudburst (smoke) Jett memiliki durasi pendek, tapi sangat fleksibel untuk memblokir vision musuh atau mengacaukan posisi mereka.
Tips Praktis:
Gunakan Cloudburst untuk menutup choke point (misalnya Breeze A Hall atau Bind A Short) saat masuk site, tapi lempar smoke dari posisi aman.
Kombinasikan smoke dengan Tailwind untuk entry agresif. Contoh: Smoke Bind Hookah, lalu dash ke site untuk mengejutkan musuh.
Jangan boros menggunakan smoke; simpan setidaknya satu untuk rotasi atau retake site.
Contoh Play: Di Ascent B, lempar Cloudburst ke Market untuk memblokir vision musuh di Boat House, lalu dash ke site bersama tim.
3. Pilih Senjata yang Sesuai dengan Gaya Jett
Jett sering digunakan untuk entry frag, jadi pemilihan senjata sangat penting. Gaya bermain agresifnya cocok dengan senjata yang mendukung mobilitas dan akurasi.
Tips Praktis:
Prioritaskan Vandal atau Phantom untuk duel jarak menengah hingga jauh karena Jett sering mengambil angle agresif.
Gunakan Operator (sniper) jika mahir aim dan ingin memanfaatkan mobilitas Jett untuk repositioning cepat. Tailwind sangat efektif untuk kabur setelah menembak.
Hindari senjata seperti Judge atau Bucky kecuali di situasi spesifik (misalnya defending close angle seperti Bind B Elbow).
Contoh Play: Di Lotus A, gunakan Vandal dengan Tailwind untuk peek A Link dari A Main, lalu mundur ke cover setelah trading kill.
4. Manfaatkan Blade Storm (Ultimate) untuk High-Impact Kills
Ultimate Jett, Blade Storm, adalah salah satu skill paling mematikan jika digunakan dengan tepat. Pisau ini punya akurasi tinggi dan bisa reset setelah kill.
Tips Praktis:
Aktifkan Blade Storm di eco round atau saat tim tidak bisa full buy untuk menghemat kredit tanpa mengorbankan potensi kill.
Gunakan pisau dengan Updraft untuk mengambil angle tak terduga, seperti melompat ke Heaven atau spot tinggi lainnya.
Prioritaskan headshot untuk one-tap kill. Latih aim pisau di Practice Mode untuk membiasakan diri dengan projectile-nya.
Contoh Play: Di Icebox B, gunakan Updraft untuk melompat ke Yellow, lalu lempar pisau ke musuh di B Main untuk membuka site.
5. Komunikasi dan Koordinasi dengan Tim
Sebagai Duelist, Jett harus jadi ujung tombak, tapi bukan berarti bermain solo. Tanpa koordinasi, entry Jett sering jadi sia-sia karena tim tidak bisa follow-up.
Tips Praktis:
Beri tahu tim sebelum entry dengan Tailwind. Contoh: “Saya dash ke Breeze A Site, smoke Halls dulu ya.”
Dengarkan callout dari Initiator (seperti Sova atau Fade) untuk mengetahui posisi musuh sebelum agresif.
Jika mati saat entry, pastikan tim bisa trade kill. Posisikan diri untuk memudahkan trading (misalnya jangan dash terlalu jauh ke site tanpa cover).
Contoh Play: Di Split B, tunggu smoke Omen di B Main, lalu dash ke site sambil berkomunikasi, “Saya masuk B, watch Tower.”
Bonus Tips: Hindari Kesalahan Umum
Jangan Over-Rush: Rush tanpa info atau smoke sering membuat Jett mati cepat dan tim kesulitan follow-up.
Jangan Ego Duel: Jika kalah duel berulang, bermain lebih pasif dan biarkan Duelist lain (seperti Reyna) mengambil alih entry.
Latih Aim dan Crosshair Placement: Jett sangat bergantung pada aim. Latih crosshair placement di Practice Mode atau Aim Lab untuk memastikan bidikan selalu siap.
Kesimpulan
Main Jett bukan cuma soal aim atau mobilitas, tapi juga strategi dan kerja sama tim. Dengan menguasai Tailwind dan Updraft, memanfaatkan Cloudburst secara cerdas, memilih senjata yang tepat, menggunakan Blade Storm untuk high-impact kills, dan berkomunikasi dengan tim, kamu bisa jadi Jett yang memberikan kontribusi besar, bukan beban. Latihan rutin di Practice Mode dan menonton pemain pro seperti TenZ atau Tarik di YouTube juga bisa membantu meningkatkan skill. Selamat bermain dan raih Radiant, Agent