Home / Articles & Guides / The Last of Us: Online Resmi Dibatalkan, Tapi Ada Proyek Baru!
The Last of Us: Online Resmi Dibatalkan, Tapi Ada Proyek Baru!
article • Unpublished
The Last of Us: Online Resmi Dibatalkan, Tapi Ada Proyek Baru!
Pendahuluan
The Last of Us adalah waralaba game yang telah mencuri hati jutaan pemain dengan narasi emosional dan dunia pasca-apokaliptik yang mendalam. Sejak The Last of Us pertama dirilis pada 2013, penggemar telah menantikan ekspansi lebih lanjut, termasuk proyek multiplayer The Last of Us: Online yang diumumkan sebagai kelanjutan dari mode Factions. Namun, pada Desember 2023, Naughty Dog mengumumkan bahwa proyek ini resmi dibatalkan setelah bertahun-tahun pengembangan. Meski mengecewakan, kabar ini disertai janji bahwa Naughty Dog sedang mengerjakan proyek single-player baru yang ambisius. Artikel ini akan mengulas perjalanan The Last of Us: Online, alasan pembatalannya, dampaknya, dan apa yang bisa diharapkan dari masa depan Naughty Dog.
Awal Mula The Last of Us: Online
The Last of Us: Online awalnya merupakan pengembangan dari mode multiplayer Factions yang populer di The Last of Us (2013). Mode ini menawarkan pengalaman kompetitif yang intens dengan tiga mode permainan—Supply Raid, Survivors, dan Interrogation—yang memadukan strategi, kerja tim, dan aksi. Kesuksesan Factions mendorong Naughty Dog untuk mengembangkan versi standalone yang lebih besar, awalnya direncanakan sebagai bagian dari The Last of Us Part II (2020) sebelum menjadi proyek live-service terpisah.
Proyek ini mulai dikembangkan sekitar 2020, dengan pra-produksi bahkan lebih awal. Naughty Dog menggambarkan The Last of Us: Online sebagai “pengalaman baru” dengan cerita orisinal yang berlatar di San Francisco, menampilkan karakter baru, elemen Battle Royale, Battle Pass, dan pembaruan musiman. Dua konsep seni yang dirilis memperlihatkan potensi dunia game: satu menggambarkan San Francisco yang porak-poranda akibat bencana, dan lainnya menunjukkan karakter yang menjelajahi kapal pesiar yang rusak. Namun, meski ambisius, proyek ini menghadapi tantangan besar selama pengembangan.
Mengapa The Last of Us: Online Dibatalkan?
Pada 14 Desember 2023, Naughty Dog secara resmi mengumumkan pembatalan The Last of Us: Online melalui posting blog di situs mereka. Keputusan ini disebut “sangat sulit” karena proyek ini telah dinantikan oleh komunitas Factions. Alasan utama pembatalan adalah kebutuhan sumber daya yang sangat besar untuk mendukung model live-service. Naughty Dog menjelaskan bahwa untuk merilis dan memelihara The Last of Us: Online, mereka harus mengerahkan seluruh sumber daya studio untuk mendukung pembaruan konten pasca-peluncuran selama bertahun-tahun, yang akan menghambat pengembangan game single-player naratif yang menjadi ciri khas mereka.
Menurut laporan, proyek ini telah menghabiskan waktu pengembangan sekitar empat tahun dengan tim yang terdiri dari ratusan orang, menjadikannya salah satu proyek termahal Naughty Dog. Pada Mei 2023, Naughty Dog mengumumkan penundaan, menyatakan bahwa game ini membutuhkan lebih banyak waktu. Bloomberg melaporkan bahwa Sony meminta Bungie, studio di balik Destiny 2, untuk mengevaluasi proyek tersebut. Bungie, dengan pengalaman mereka di game live-service, tampaknya membantu Naughty Dog menyadari betapa besar komitmen yang diperlukan untuk menjalankan game seperti ini, baik dari segi pengembangan, monetisasi, maupun pembaruan berkelanjutan.
Naughty Dog dihadapkan pada dua pilihan: menjadi studio yang berfokus sepenuhnya pada game live-service atau tetap setia pada warisan mereka sebagai pengembang game single-player naratif. Mereka memilih yang terakhir, sebuah keputusan yang didukung oleh banyak penggemar di media sosial, dengan beberapa menyatakan bahwa ini adalah “peluru yang berhasil dihindari” karena pasar game live-service yang kompetitif dan berisiko tinggi.
Dampak Pembatalan pada Penggemar dan Industri
Pembatalan The Last of Us: Online menimbulkan reaksi beragam di kalangan penggemar. Bagi komunitas Factions, yang hingga kini masih aktif bermain mode multiplayer di The Last of Us Remastered (termasuk masuk dalam 100 game online teratas di PlayStation setiap bulan), kabar ini mengecewakan. Banyak penggemar merasa kehilangan potensi pengalaman multiplayer yang lebih besar dan diperbarui, terutama karena Factions dianggap sebagai salah satu mode multiplayer terbaik di masanya.
Namun, ada juga penggemar yang mendukung keputusan ini. Di Reddit, pengguna seperti RinoTheBouncer berargumen bahwa pembatalan adalah langkah tepat karena game live-service akan “mengikat” Naughty Dog pada satu proyek, membatasi kemampuan mereka untuk menciptakan IP baru. Pengguna lain berspekulasi bahwa Naughty Dog kesulitan menemukan gameplay loop yang cukup menarik untuk bersaing dengan game live-service modern seperti Fortnite atau GTA Online.
Dari perspektif industri, pembatalan ini mencerminkan perubahan strategi Sony dalam pendekatan mereka terhadap game live-service. Sony awalnya berencana merilis 12 game live-service sebelum Maret 2026, tetapi telah mengurangi target menjadi enam setelah beberapa proyek, termasuk The Last of Us: Online, gagal memenuhi ekspektasi. Keputusan ini juga terjadi sebelum kegagalan Concord, sebuah game live-service lain dari Sony, yang menunjukkan risiko tinggi di pasar ini.
Menariknya, jurnalis Jason Schreier mengungkapkan dalam podcast Skill Up bahwa pembatalan The Last of Us: Online menyebabkan beberapa pemecatan di kalangan petinggi Sony, menunjukkan betapa besar dampak proyek ini bagi perusahaan. Meski begitu, Schreier juga mencatat bahwa investasi teknologi dan pembelajaran dari proyek ini akan tetap bermanfaat bagi Naughty Dog di masa depan.
Proyek Baru Naughty Dog: Apa yang Bisa Diharapkan?
Meski pembatalan The Last of Us: Online mengecewakan, Naughty Dog menawarkan secercah harapan dengan mengumumkan bahwa mereka sedang mengerjakan “lebih dari satu game single-player baru yang ambisius.” Salah satu proyek yang dikonfirmasi adalah Intergalactic: The Earthborn Trilogy, sebuah IP sci-fi baru yang diumumkan di The Game Awards dengan trailer yang menampilkan konsepnya dan aktris Tati Gabrielle sebagai bintangnya. Proyek ini telah menarik perhatian, meski juga menuai kontroversi karena tuduhan “DEI” (diversity, equity, inclusion) dan branding berlebihan dalam trailernya. Namun, dengan rekam jejak Naughty Dog yang nyaris sempurna dalam game single-player seperti Uncharted dan The Last of Us, Intergalactic diharapkan menjadi tambahan kuat dalam lineup PlayStation.
Selain Intergalactic, rumor tentang The Last of Us Part III terus beredar. Meskipun Naughty Dog belum mengkonfirmasi secara resmi, pernyataan mereka tentang fokus pada game single-player naratif memicu spekulasi bahwa sekuel ini sedang dalam pengembangan. Penggemar juga berharap untuk IP baru lainnya, mengingat Naughty Dog dikenal karena kemampuan mereka menciptakan cerita dan karakter yang ikonik.
Selain proyek baru, Naughty Dog juga sibuk dengan rilis The Last of Us Part II Remastered untuk PS5 dan PC, yang dirilis pada Januari 2024. Versi ini menambahkan mode No Return dan peningkatan grafis, menunjukkan bahwa studio ini tetap berkomitmen pada waralaba The Last of Us meski tanpa komponen multiplayer.
Masa Depan Naughty Dog dan Industri Game
Pembatalan The Last of Us: Online menandai pergeseran prioritas Naughty Dog kembali ke akar mereka sebagai pengembang game single-player naratif. Dengan sekitar 400 karyawan, studio ini tampaknya ingin menghindari beban mengelola dua proyek besar secara bersamaan—terutama ketika salah satunya adalah game live-service yang menuntut pembaruan terus-menerus. Keputusan ini juga sejalan dengan tren industri yang lebih luas, di mana beberapa perusahaan mulai berhati-hati dengan model live-service karena tingkat keberhasilan yang tidak menentu.
Di masa depan, penggemar dapat menantikan pengalaman single-player yang kaya dari Naughty Dog, dengan teknologi dan pembelajaran dari The Last of Us: Online kemungkinan akan diterapkan pada proyek baru mereka. Selain itu, kesuksesan adaptasi HBO The Last of Us, yang telah diperbarui untuk musim kedua pada 2025, menunjukkan bahwa waralaba ini tetap relevan di luar dunia game.
Kesimpulan
Pembatalan The Last of Us: Online adalah pukulan bagi penggemar Factions dan mereka yang menantikan pengalaman multiplayer dalam dunia The Last of Us. Namun, keputusan Naughty Dog untuk fokus pada game single-player naratif adalah langkah strategis yang sejalan dengan kekuatan mereka. Dengan proyek seperti Intergalactic: The Earthborn Trilogy dan potensi The Last of Us Part III di cakrawala, masa depan Naughty Dog tampak cerah. Meski kehilangan The Last of Us: Online, penggemar dapat berharap untuk petualangan baru yang akan terus mendefinisikan standar emas dalam storytelling interaktif.