Loading...
Home / Articles & Guides / Call of Duty 2025: Sekuel Black Ops dengan Gerakan Futuristik

Call of Duty 2025: Sekuel Black Ops dengan Gerakan Futuristik

articleUnpublished

Call of Duty 2025: Sekuel Black Ops dengan Gerakan Futuristik
Call of Duty 2025: Sekuel Black Ops dengan Gerakan Futuristik Seri Call of Duty kembali menggebrak dengan entri terbaru untuk tahun 2025, yang dikembangkan oleh Treyarch dan diyakini merupakan kelanjutan dari sub-seri Black Ops. Berdasarkan bocoran yang ramai dibahas di platform seperti X, game ini berlatar di tahun 2035, sepuluh tahun setelah peristiwa Black Ops 2. Dengan pendekatan semi-futuristik, Call of Duty 2025 menjanjikan inovasi gameplay yang akan memanjakan penggemar di Indonesia dan seluruh dunia, sekaligus mempertahankan intensitas yang menjadi ciri khas franchise ini. Fitur Utama Call of Duty 2025 Kembalinya Wallrunning: Menurut bocoran, Call of Duty 2025 menghadirkan kembali mekanik wallrunning, seperti yang ada di Black Ops 3 (2015), tetapi tanpa jetpack yang kontroversial. Pemain dapat berlari di dinding untuk navigasi cepat dan strategi tempur yang dinamis. Peta seperti Yemen dan Raid dari Black Ops 2 dikabarkan akan di-remaster dengan penyesuaian untuk mendukung mekanik ini, memberikan pengalaman segar bagi pemain lama. Latar dan Kampanye: Berlatar di tahun 2035, game ini mengeksplorasi konflik geopolitik dalam suasana mirip Perang Dingin baru, dengan teknologi canggih seperti drone, augmented reality, dan senjata berbasis AI. Kampanye cerita akan berfokus pada operasi rahasia, melanjutkan narasi kompleks Black Ops. Bocoran menyebutkan bahwa cerita akan menghubungkan elemen dari Black Ops 2 dan Black Ops Cold War, dengan karakter ikonik seperti Frank Woods yang mungkin kembali dalam peran pendukung. Multiplayer dan Zombies: Selain peta baru, game ini akan mempertahankan sistem omnimovement dari Black Ops 6, memungkinkan gerakan bebas seperti sprint ke segala arah. Mode Zombies juga kembali dengan peta yang lebih luas dan cerita yang terhubung dengan alam semesta Black Ops. Pemain di Indonesia, yang gemar bermain mode kooperatif ini, dapat menantikan pengalaman yang lebih intens dengan musuh baru dan mekanik bertahan hidup. Performa dan Teknologi: Call of Duty 2025 akan memanfaatkan mesin grafis terbaru dari Activision, mendukung ray-tracing dan resolusi 4K untuk konsol generasi terbaru dan PC. Optimasi juga dilakukan untuk memastikan framerate stabil hingga 60 FPS, bahkan di perangkat kelas menengah, sehingga pemain Indonesia dengan spesifikasi PC atau konsol yang beragam dapat menikmati game ini tanpa hambatan. Antusiasme dan Tantangan Mengikuti kesuksesan Call of Duty: Black Ops 6, yang mencatat 306.460 pemain bersamaan puncak di Steam pada Oktober 2024, ekspektasi untuk Call of Duty 2025 sangat tinggi di Indonesia. Komunitas lokal di X sering membahas turnamen esports dan harapan untuk server regional yang lebih stabil untuk mengurangi lag, masalah yang kerap dikeluhkan oleh pemain Indonesia. Namun, beberapa penggemar khawatir bahwa wallrunning bisa mengganggu keseimbangan gameplay kompetitif, terutama di mode ranked, jika tidak diimplementasikan dengan hati-hati. Activision telah berjanji untuk lebih transparan dengan komunitas kali ini, dengan rencana untuk mengadakan beta terbuka pada pertengahan 2025, yang akan memungkinkan pemain Indonesia untuk mencoba game ini sebelum rilis resmi. Dengan kombinasi inovasi dan nostalgia, Call of Duty 2025 berpotensi menjadi salah satu entri terkuat dalam seri ini.